Helikopter PK-CFX Hilang 5 Menit Usai Lepas Landas, Sinyal Darurat Terdeteksi di Hutan Sekadau

CentralPostNews.com | Kalimantan Barat,- Tragedi penerbangan mengejutkan terjadi di Kalimantan Barat setelah helikopter PK-CFX dilaporkan hilang kontak hanya sekitar lima menit usai mengudara. Pesawat sempat terpantau terakhir pada pukul 08.39 WIB sebelum lenyap dari radar komunikasi dan tidak lagi merespons panggilan radio rutin.

Helikopter tersebut lepas landas dari helipad PT CMA di wilayah Melawi menuju Kubu Raya pada pagi hari. Namun dalam waktu sangat singkat, situasi berubah drastis ketika sistem pemantauan AirNav kehilangan jejak pesawat yang membawa delapan orang di dalamnya.

Tak lama setelah hilang kontak, sistem satelit Kospas Sarsat mendeteksi sinyal darurat Emergency Locator Transmitter (ELT) pada pukul 09.15 WIB. Titik pancaran sinyal mengarah ke kawasan hutan lebat Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau wilayah terpencil dengan akses sulit.

Basarnas segera mengerahkan operasi besar-besaran dengan melibatkan tim darat dan udara. Koordinat awal menunjukkan pergeseran titik sinyal di area hutan dan perbukitan yang berjarak puluhan nautical mile dari Bandara Supadio. Tim SAR dari Pontianak hingga Sintang langsung bergerak menuju lokasi yang diduga kuat sebagai titik jatuh.

Dalam data manifes, helikopter tersebut membawa dua kru yakni Kapten Marindra W sebagai pilot dan Harun Arasyid sebagai kopilot, serta enam penumpang: Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito. Seluruhnya kini masih dalam status pencarian.

Pencarian semakin intens setelah tim udara TNI AU menggunakan Heli Super Puma menemukan serpihan yang diduga bagian ekor pesawat sekitar 3 kilometer dari titik awal hilang kontak. Lokasi temuan berada di medan berat berupa hutan dan perbukitan yang sulit dijangkau tim darat.

Hingga kini operasi SAR gabungan Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan potensi SAR masih terus berlangsung. Kondisi helikopter dan seluruh penumpang belum dapat dipastikan, sementara investigasi penyebab hilang kontak masih dalam proses pendalaman oleh otoritas terkait. (Andi Jaka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *