Viral “Pulau Sampah” di Pesisir Jakarta Utara, Puluhan Petugas Gabungan Dikerahkan

CentralPostNews.com | Jakarta, Fenomena hamparan sampah yang menyerupai “pulau” di pesisir Jakarta Utara menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial. Tumpukan sampah yang tampak mengapung dan mencuat dari permukaan laut itu berada sekitar 600–700 meter dari daratan, sehingga memunculkan kekhawatiran terhadap kondisi lingkungan pesisir ibu kota.

Menindaklanjuti laporan masyarakat yang beredar luas, tim gabungan langsung diterjunkan untuk melakukan pembersihan di lokasi yang berada di kawasan Pulau Sedimen, pesisir Muara Kali Adem, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Penanganan dilakukan secara bertahap untuk mengangkut sampah yang telah terakumulasi di area tersebut.

Unit Penanganan Sampah (UPS) Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menyebutkan, kegiatan pembersihan melibatkan sekitar 70 personel gabungan dari berbagai instansi. Mereka terdiri atas petugas UPS Badan Air Kecamatan Penjaringan, Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu, Satpel Lingkungan Hidup Kecamatan Penjaringan, serta unsur Polairud Polda Metro Jaya.

Berdasarkan hasil pemantauan, tumpukan sampah tersebut diduga berasal dari kiriman arus sungai dan laut yang kemudian terjebak di kawasan sedimen, hingga membentuk hamparan luas menyerupai daratan. Kondisi geografis pesisir yang menjadi pertemuan arus membuat area tersebut rentan menjadi titik akumulasi sampah dalam jumlah besar.

UPS Badan Air DKI Jakarta menjelaskan bahwa wilayah pesisir dan area sedimen memang kerap menjadi lokasi penumpukan sampah kiriman dari badan air maupun laut. Karena itu, penanganan membutuhkan metode khusus serta kolaborasi lintas instansi agar proses pengangkutan dapat berjalan optimal dan tidak menimbulkan dampak lanjutan terhadap lingkungan pesisir.

Pembersihan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 4 hingga 6 Juni 2026, dengan fokus pada pengangkutan sampah dan pemulihan kondisi kawasan. Pemerintah berharap langkah cepat ini dapat mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus mencegah dampak yang lebih luas terhadap ekosistem laut dan aktivitas masyarakat di pesisir Jakarta Utara. (Tom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *