Tragedi Simpang Unisma Bekasi: Truk Wing Box Hantam Lima Motor, Sopir Diperiksa Polisi, Satu Nyawa Melayang

CentralPostNews.com | Bekasi, Kecelakaan maut mengguncang Simpang Kampus Unisma, Jalan Cut Mutia, Bekasi Timur, Senin (29/6). Sebuah truk wing box diduga mengalami gangguan pengereman hingga menerobos lampu merah dan menghantam satu mobil serta lima sepeda motor. Insiden tragis itu mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka, sementara sopir truk telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan intensif oleh kepolisian.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan. Dugaan sementara mengarah pada kendaraan yang tidak laik beroperasi akibat masalah pada sistem pengereman (rem blong). Selain itu, penyidik juga memeriksa kemungkinan adanya pelanggaran lalu lintas, termasuk dugaan truk tetap melaju saat lampu lalu lintas telah berwarna merah. Polisi telah mengumpulkan keterangan saksi, rekaman CCTV, serta mengamankan seluruh kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti.

Korban tewas diketahui merupakan pengendara sepeda motor, sementara lima korban lainnya langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Proses evakuasi sempat menyebabkan kemacetan panjang di kawasan Simpang Unisma karena petugas kepolisian bersama Dinas Perhubungan melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi kendaraan yang rusak.

Kanit Laka Lantas Polsek Rawalumbu memastikan sopir truk berinisial JRL telah diamankan dan tengah diperiksa untuk mengungkap kronologi serta kemungkinan unsur kelalaian dalam kecelakaan tersebut. Aparat juga akan menelusuri kondisi teknis kendaraan, riwayat perawatan, hingga kelengkapan dokumen operasional truk sebagai bagian dari penyidikan.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat serius mengenai pentingnya uji kelayakan kendaraan angkutan barang dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas. Sejumlah pakar keselamatan transportasi menilai kecelakaan yang diduga dipicu kegagalan sistem pengereman harus menjadi momentum memperketat pengawasan terhadap kendaraan berat agar tragedi serupa tidak kembali merenggut korban jiwa. Hingga berita ini ditulis, penyelidikan masih berlangsung dan kepolisian belum menetapkan status hukum lebih lanjut terhadap sopir maupun pihak terkait. (SH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *