Modus Pacaran Jadi Senjata Baru Curanmor Jakarta Utara

CentralPostNews.com | Jakarta,- Waspada! Wajah kejahatan jalanan di ibu kota kini berubah makin licin dan sulit dikenali. Di balik adegan romantis pasangan yang tampak mesra di pinggir jalan, tersimpan modus licik yang membuat motor warga lenyap dalam hitungan detik.

Fenomena ini dibongkar langsung oleh AKBP Awaludin Kanur yang mengungkap pola baru aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Jakarta Utara.

Dalam keterangannya, polisi menyoroti kawasan Tanjung Priok dan area pelabuhan sebagai titik merah kriminalitas. Di wilayah dengan mobilitas tinggi ini, kejahatan seperti pencurian dengan kekerasan hingga tawuran masih mendominasi. Namun yang paling mencuri perhatian adalah evolusi modus curanmor yang kini mengandalkan penyamaran sosial.

Alih-alih beraksi sendirian, para pelaku kini bermain peran. Mereka datang berpasangan, berlagak seperti kekasih yang sedang berkencan. Tanpa menimbulkan kecurigaan, mereka mendekati target, lalu membawa kabur motor korban. “Orang melihatnya biasa saja, seperti pasangan pacaran. Padahal itu bagian dari skenario,” ungkap Awaludin.

Lebih mengejutkan lagi, perempuan dalam aksi ini bukan sekadar pelengkap. Mereka berperan aktif sebagai “joki” yang membantu kelancaran pencurian. Dari sejumlah kasus yang diungkap, satu pasangan pelaku bahkan sudah diamankan di kawasan Tanjung Priok, sementara pelaku lain masih diburu.

Fakta lain yang bikin geleng kepala: mayoritas pelaku ternyata bukan pemain baru. Mereka adalah residivis yang kembali turun ke jalan dengan trik yang lebih rapi dan canggih. “Rata-rata yang kami tangkap adalah pelaku berulang. Mereka belajar dan terus berkembang,” tegas Awaludin.

Soal target, motor-motor premium jadi incaran utama. Salah satu yang paling diburu adalah Yamaha NMAX karena nilai jualnya tinggi di pasar gelap. Meski sistem keamanan kendaraan semakin canggih, pelaku justru semakin lihai membobolnya.

Di sisi lain, polisi juga tengah menelusuri kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar di balik aksi ini, termasuk dugaan keterlibatan orang dalam industri kendaraan. Namun hingga kini, indikasi tersebut masih dalam tahap pendalaman.

Menanggapi laporan masyarakat soal dugaan pemalakan dan premanisme di sejumlah titik seperti Semper dan Rawa Malang, pihak kepolisian memastikan akan segera turun tangan. Warga pun diminta tidak ragu melapor, baik secara langsung maupun melalui kanal pengaduan online.

Polisi menegaskan, perang melawan kejahatan jalanan tidak bisa dilakukan sendirian. Peran aktif masyarakat menjadi kunci utama. “Informasi sekecil apa pun sangat berarti. Tanpa itu, pengungkapan akan lebih sulit,” ujar Awaludin.

Dengan pola kejahatan yang makin canggih dan tak terduga, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan. Jangan mudah terkecoh oleh tampilan luar karena di jalanan kota besar, bahkan “kisah cinta” pun bisa jadi kedok kejahatan. (Lery)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *