CentralPostNews.com | Maumere, Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 05.58 WITA. Guncangan kuat tersebut turut berdampak pada aktivitas pelayaran di Pelabuhan Maumere, termasuk kapal KM Bukit Siguntang yang saat kejadian sedang bersandar di dermaga.
Berdasarkan informasi awal yang diterima dari pihak kapal, gempa terjadi saat KM Bukit Siguntang berada di Pelabuhan Maumere. Meski kapal mengalami kerusakan pada bagian haluan, tidak terdapat korban jiwa di atas kapal.
Kerusakan terjadi pada bagian dolphin haluan yang mengalami amblas sehingga menyebabkan tros atau tali tambat terlepas. Kondisi tersebut membuat posisi kapal merenggang dari dermaga.
Selain itu, tangga ekonomi yang menghubungkan kapal dengan daratan dilaporkan jatuh ke laut. Namun, berdasarkan informasi dari pihak kapal, tangga tersebut jatuh ke arah bagian dalam dermaga, bukan ke arah laut tempat kapal bersandar.
Informasi dari pihak kapal juga menyebutkan bahwa setelah gempa utama, sejumlah gempa susulan masih terjadi. Kondisi tersebut membuat KM Bukit Siguntang tetap berada di dermaga dan belum diperbolehkan meninggalkan pelabuhan.
Kapal masih menunggu Surat Izin Berlayar (SIB) dari pihak berwenang. Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) bersama pemerintah setempat belum mengizinkan kapal keluar dari dermaga karena proses SIB belum selesai.
Untuk mengantisipasi kemungkinan kondisi darurat, awak kapal bagian dek depan dan belakang juga disiagakan dengan peralatan pemotong tali apabila sewaktu-waktu diperlukan. Mesin kapal dan bridge/BT juga dalam kondisi siaga.
Sementara itu, proses penurunan penumpang di Maumere masih berlangsung. Untuk penumpang yang dijadwalkan naik ke KM Bukit Siguntang, hingga informasi terakhir belum ada pemberitahuan lebih lanjut dari pihak Pelni di darat Maumere.
Gempa tersebut sebelumnya juga memicu peringatan dini tsunami. Laporan yang beredar mencatat adanya gelombang tsunami terukur di sejumlah wilayah, termasuk Labuan Bajo sekitar 36 sentimeter. Reuters melaporkan peringatan tsunami kemudian dicabut setelah tidak ditemukan perubahan muka laut yang signifikan.
Pihak kapal KM Bukit Siguntang saat ini masih menunggu arahan lebih lanjut dari KSOP dan pemerintah setempat sambil memastikan keselamatan kapal, awak kapal, serta para penumpang.(SH)












