CentralPostNews.com | Jakarta, Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat melalui Suku Dinas Kesehatan menggelar Konvensi Mutu/Health Innovations Exhibition (Helix) Tingkat Kota Jakarta Barat 2026 di Ruang MH Thamrin, Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat (Adkesra) Jakarta Barat, Depika Romadi, mewakili Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah. Pembukaan turut didampingi Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, dr. Sahruna.
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, dr. Sahruna, mengatakan Helix 2026 tidak sekadar menjadi ajang kompetisi inovasi, tetapi juga wadah untuk menghasilkan gagasan dan strategi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
“Helix bukan sekadar kompetisi inovasi, tetapi menjadi wadah untuk menghasilkan gagasan dan strategi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan melalui kolaborasi lintas sektor,” ujar Sahruna.
Sementara itu, Depika Romadi menjelaskan, Helix mengusung konsep Helix Governance yang melibatkan lima unsur, yakni akademisi, dunia usaha, komunitas, pemerintah, dan media.
Menurutnya, kolaborasi kelima unsur tersebut diperlukan untuk menghasilkan inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan kesehatan di masyarakat.
“Konsep Helix Governance ini melibatkan lima unsur, yaitu akademisi, dunia usaha, komunitas, pemerintah, dan media. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan,” kata Depika.
Helix 2026 mengangkat tema “Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana”. Depika menilai tema tersebut penting karena kesehatan ibu dan anak masih menjadi tantangan yang membutuhkan penanganan secara terpadu.
Berbagai persoalan, mulai dari pencegahan kematian ibu, kematian neonatal dan bayi, hingga penanganan stunting, menurutnya membutuhkan sinergi antarpemangku kepentingan.
“Masalah kesehatan ibu dan anak, termasuk pencegahan kematian ibu, neonatal, bayi, serta stunting, masih menjadi tantangan yang harus kita tangani secara terpadu,” tuturnya.
Helix 2026 diikuti dua rumah sakit swasta, empat RSUD Jakarta Barat, serta delapan puskesmas. Melalui kegiatan ini, Pemkot Jakarta Barat mendorong lahirnya berbagai inovasi pelayanan kesehatan yang dapat diterapkan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Pemanfaatan teknologi digital juga diharapkan menjadi bagian dari pengembangan inovasi, khususnya untuk mempermudah masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan sekaligus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran dewan juri, yakni Mohammad Tsani Annafari, Dr. dr. Hervita Diatri, Sp.KJ, dan Salsabila Diar Kinanthi. Hadir pula para direktur rumah sakit umum daerah dan rumah sakit swasta serta kepala puskesmas se-Jakarta Barat.
Rangkaian Helix 2026 secara resmi dibuka dengan pemukulan gong bersama oleh para pejabat yang hadir. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Melalui Helix 2026, Pemkot Jakarta Barat berharap inovasi yang dihasilkan tidak berhenti pada ajang kompetisi, tetapi dapat dikembangkan menjadi solusi pelayanan kesehatan yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya ibu, anak, dan keluarga. (Tom)












