Film Ketok Mejik, Berkah Bukan untuk Raih Keuntungan Pribadi

CentralPostNews.com | Jakarta, Jangan pernah cari keuntungan dari anugerah yang kita terima, kalau tidak ada sesuatu yang bakal kita terima. Film Ketok Mejik produksi HAHA Production bersama AZ Films dan Kita Films mengangkat peliknya seorang pemuda dalam menghadapi warisan hutang. Namun ada hikmah dibalik perjuangan, ia meraih impiannya.

Film bergenre drama komedi garapan sutradara Yogi S. Calam menggelar gala premier di XXI Epicentrum, Jakarta, Minggu (09/07). Dihadiri produser, sutradara, dan  para pemain antara lain, Ananta Rispo, Dodit Mulyanto, Tara Budiman, Ersya Aurelia, Agus Kuncoro, dan beberapa pemain pendukung.

Film diawali galaunya Ben (Ananta Rispo) teringat almarhum engkongnya, dan membuat Ben mau ikut ‘nyekar’ ke makam engkongnya untuk kali pertama, itupun diajak pamannya.

Dialog antara Ben dan Unung (Arief Didu) sang paman coba menggugah tawa penonton, sayangnya ‘joke’ dari dialog itu bisa ditebak, istilah gen z ‘garing’. Namun sebagai film komedi, sutradara cukup apik tak terjebak dengan komedik slapstik yang memang mulai ditinggalkan.

Dan alur ceritanya tertata rapih, berangkat  dari peristiwa memalukan Ben yang dikeroyok karena disangka begal saat ingin mengembalikan dompet milik peziarah wanita yang dompetnya jatuh. Malamnya ia bermimpi bertemu engkongnya dan memberi palu untuk meneruskan usaha bengkel milik alhmarhum.

Dari mimpi itu Ben bertekad melanjutkan usaha bengkel yang berdiri di tanah yang telah digadaikan ke Bos Toyib (Agus Kuncoro). Ben mengajak dua kawan semasa SMA Made (Tara Budiman)  yang  tak sengaja bertemu di jalan dan Saget (Dodit Mulyanto) tukang cukur yang gagal.

Mulailah ketiganya membenahi bengkel Ketok Mejik peninggalan engkong Ben. Di saat itulah bos Toyib datang menagih hutang bila tak sanggup bayar tanah disita. Bengkel itu pun ramai pelanggan berkat bantuan Resita (Ersya Aurelia) perempuan yang dompetnya jatuh di pemakaman dan kawanya (Ari Keriting) yang memviralkan di medsos.

Meski bergenre komedi, Ketok Mejik berbalut drama, konflik antara Ben dan bos Toyib mewarnai alur cerita, ketegangan dan misteri dimunculkan meski tak menjadi kekuatan film ini, tetap fokus pada memancing tawa penonton.

Terus ditagih hutang Ben pun berusaha melunasi lewat jalan pintas, menaikan tarif perbaikan bagi siapa yang ingin lebih dulu dilayani. Apa yang dilakukan Ben bertentangan dengan pesan engkongnya, palu ajaib pemberiannya digunakan untuk membantu orang lain.

Scene demi scene berputar di bengkel yang dikelola 3 sekawan itu, dari awal hingga akhir cerita semua berpusat di sana. Bahkan perampok bank saja menyembunyikan uang rampokannya di bengkel, tak dijelaskan kapan koper berisi uang disembunyikan dua perampok, yang penting bisa bikin tawa penonton.

Akhir cerita dua perampok itu berhasil diringkus berkat palu ajaib Ben, pemberian engkongnya, saat tiga sekawan dan calon isteri Made dalam keadaan terikat dipaksa memberi tahu dimana koper berisi uang disembunyikan.

Meski joke-nya bisa diterka, film ini layak ditonton, alurnya rapih ada bumbu-bumbu yang bisa memancing tawa, apalagi nonton bersama kawan maupun keluarga, film ini jadi hiburan segar. Ending filmnya pun menyenangkan, seperti impian banyak orang. (Lery)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *