CentralPostNews.com | Jakarta, Tongkat komando Polres Metro Jakarta Barat resmi berganti. Kombes Pol. Nasriadi, S.H., S.I.K., M.H. dipercaya mengemban amanah sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat menggantikan Kombes Pol. Twedi Aditya Bennyahdi, yang kini mendapat penugasan baru sebagai Direktur Pengamanan Objek Vital (Dirpamobvit) Polda Metro Jaya. Pergantian tersebut merupakan bagian dari rotasi dan penyegaran organisasi di lingkungan Polri guna memperkuat kinerja institusi dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin dinamis.
Bagi jajaran kepolisian maupun masyarakat Jakarta Barat, nama Nasriadi bukanlah sosok baru di dunia reserse. Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 2000 Batalyon Sanika Satyawada itu dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam penanganan berbagai perkara kriminal dan tindak pidana khusus. Kariernya ditempa mulai dari Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, Kapolsek Metro Taman Sari, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, hingga dipercaya memimpin Polres Sukabumi sebelum mengemban sejumlah jabatan strategis di berbagai Polda.
Salah satu catatan yang paling dikenang terjadi saat Nasriadi menjabat Kapolres Sukabumi pada 2019. Di bawah kepemimpinannya, aparat berhasil mengungkap kasus pembunuhan berencana yang menggemparkan publik, yakni perkara Aulia Kesuma yang didakwa membunuh suaminya Edi Candra alias Pupung Sadili dan anak tirinya, M. Adi Pradana. Korban diduga diracun di Jakarta sebelum jasadnya dibawa menggunakan mobil dan dibakar di kawasan Cidahu, Sukabumi. Pengungkapan kasus tersebut menjadi perhatian nasional karena kerumitan modus operandi serta proses penyidikannya.
Karier Nasriadi kemudian berlanjut di bidang tindak pidana khusus. Saat menjabat Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, ia memimpin penanganan dugaan korupsi Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif di Sekretariat DPRD Riau periode 2020–2021. Penyidikan perkara yang diperkirakan menimbulkan kerugian negara hingga sekitar Rp130 miliar itu diwarnai pelacakan aset, pemeriksaan puluhan saksi, serta pengembangan perkara yang menjadi sorotan publik. Sebelumnya, ia juga pernah memimpin pengungkapan berbagai kasus korupsi, kejahatan ekonomi, pertambangan ilegal, hingga tindak pidana perbankan saat bertugas di Sulawesi Utara dan Kepulauan Riau.
Selain pengalaman operasional, Nasriadi juga dikenal aktif meningkatkan kompetensi akademik dan kepemimpinan. Ia merupakan lulusan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen), serta menyelesaikan Pendidikan Reguler Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Dikreg ke-34 Tahun Anggaran 2025. Gelar akademiknya meliputi Sarjana Hukum (S.H.), Sarjana Ilmu Kepolisian (S.I.K.), dan Magister Hukum (M.H.), yang melengkapi pengalaman lapangan selama lebih dari dua dekade.
Di sisi lain, Kombes Pol. Twedi Aditya Bennyahdi meninggalkan Polres Metro Jakarta Barat setelah memimpin sejak Januari 2025. Alumni Akpol 1998 itu dipercaya mengemban tugas baru sebagai Dirpamobvit Polda Metro Jaya. Rotasi tersebut diharapkan menjadi bagian dari penguatan organisasi sekaligus kesinambungan kepemimpinan di wilayah hukum Jakarta Barat, yang memiliki kompleksitas tinggi mulai dari kejahatan jalanan, narkotika, kejahatan siber hingga pengamanan kawasan bisnis dan permukiman padat penduduk.
Kini, tantangan baru menanti Kombes Pol. Nasriadi di Jakarta Barat. Dengan pengalaman panjang di bidang reserse, publik menaruh harapan agar kepemimpinannya mampu memperkuat penegakan hukum yang profesional, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif. Bagi institusi Polri, pergantian kepemimpinan bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan estafet pengabdian untuk menjawab tuntutan masyarakat akan penegakan hukum yang tegas, berintegritas, dan humanis. (Lery)












