Rupiah Melemah di Awal Pekan, Dolar AS Sentuh Rp17.320

centralpostnews.com | Jakarta, Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan terhadap dolar Amerika Serikat pada pembukaan perdagangan Senin (4/5/2026). Rupiah dibuka melemah 0,09% ke posisi Rp17.320 per dolar AS, melanjutkan tren penurunan dari penutupan sebelumnya di Rp17.305 per dolar AS yang sudah mencatatkan level terendah sepanjang sejarah.

Pelemahan ini sejalan dengan penguatan indeks dolar AS (DXY) yang naik ke kisaran 98,19 pada perdagangan pagi. Kondisi tersebut menandakan dolar AS masih cukup solid di pasar global, sehingga memberi tekanan tambahan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Dari dalam negeri, perhatian pasar tertuju pada rilis data inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) April 2026. Konsensus memperkirakan inflasi bulanan sebesar 0,43% (mtm) dan inflasi tahunan sekitar 2,72% (yoy). Kenaikan inflasi dipicu oleh lonjakan harga sejumlah komoditas pangan seperti beras, gula, minyak goreng, dan daging, serta kenaikan harga BBM nonsubsidi.

Pelemahan rupiah turut memperbesar tekanan inflasi karena meningkatkan biaya impor. Situasi ini menjadi perhatian serius bagi Bank Indonesia dalam merumuskan kebijakan moneter ke depan, terutama untuk menjaga stabilitas harga dan nilai tukar.

Dari sisi eksternal, sentimen global masih dibayangi ketidakpastian, khususnya terkait dinamika geopolitik di Timur Tengah. Pernyataan Donald Trump mengenai upaya pembebasan kapal di Selat Hormuz menambah kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan jalur distribusi energi dunia.

Dengan kombinasi tekanan dari faktor domestik dan global, pergerakan rupiah diperkirakan masih akan fluktuatif dalam waktu dekat. Pelaku pasar kini menanti arah kebijakan lanjutan serta perkembangan situasi global yang akan menjadi penentu utama arah nilai tukar.

(Lery)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *