CentralPostNews.com | Jakarta, Tidur yang Dianggap Sepele Ternyata Bis Banyak orang menganggap tidur larut malam sebagai bagian dari gaya hidup modern. Padahal, penelitian dari Binghamton University menemukan bahwa kebiasaan tidur kurang dari delapan jam per malam berkaitan erat dengan meningkatnya pikiran negatif yang muncul berulang kali. Kondisi ini kerap dialami oleh individu dengan gangguan kecemasan maupun depresi.
Peneliti utama, Meredith Coles, menjelaskan bahwa kurang tidur membuat otak lebih sulit melepaskan stres dan memproses emosi secara sehat. Akibatnya, pikiran negatif atau intrusive thoughts cenderung terus berputar di kepala. Masalah kecil pun bisa terasa jauh lebih besar hingga memicu kecemasan berlebihan.
Bukan hanya durasi tidur, kualitas istirahat yang buruk juga dinilai dapat memperparah kondisi mental. Psikiater sekaligus spesialis gangguan tidur dari The Ohio State University Wexner Medical Center, Rita Aouad, menyebut kecemasan dan gangguan tidur memiliki hubungan yang saling memperburuk. Saat seseorang cemas, ia akan sulit tidur. Namun ketika tidur terus terganggu, otak menjadi semakin sulit menghentikan pola pikir negatif tersebut.
Kebiasaan bermain ponsel sebelum tidur juga menjadi pemicu yang sering tidak disadari. Banyak orang merasa scrolling media sosial atau menonton video dapat membantu rileks. Namun cahaya biru dari layar gadget justru menghambat produksi melatonin, hormon alami yang membantu tubuh merasa mengantuk. Dampaknya, tubuh lebih sulit memasuki fase tidur nyenyak dan kualitas istirahat menurun drastis.
Para ahli juga menyoroti pentingnya fase tidur REM (Rapid Eye Movement). Pada fase inilah otak memproses emosi, menyimpan memori, dan “membersihkan” pikiran yang tidak diperlukan. Ketika seseorang kurang tidur atau sering terbangun di malam hari, durasi tidur REM ikut berkurang. Akibatnya, pikiran negatif menjadi lebih sulit tersaring sehingga emosi terasa lebih tidak stabil keesokan harinya.
Untuk mencegah siklus kecemasan yang terus berulang, para ahli menyarankan pola tidur yang konsisten, termasuk tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari. Mengurangi penggunaan gadget sebelum tidur juga dinilai penting agar tubuh dapat beristirahat optimal. Jika gangguan tidur dan kecemasan terus berlangsung dalam jangka panjang, berkonsultasi dengan tenaga profesional dapat membantu menemukan penanganan yang tepat. (Tom)












