Jakarta Gratiskan Pajak Mobil Listrik, Ini Faktanya

centralpostnews.com | Jakarta, DKI Jakarta kembali bikin gebrakan yang berpotensi mengubah peta transportasi perkotaan. Di tengah polemik aturan pajak kendaraan listrik yang sempat bikin bingung publik, pemerintah daerah justru mengambil langkah tegas: insentif besar tetap diguyur tanpa rem.

Mulai dari pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) hingga Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), semuanya masih digratiskan untuk kendaraan listrik berbasis baterai. Tak berhenti di situ, fasilitas “privilege” lainnya juga dipertahankan bebas ganjil-genap.

Langkah ini bukan kebetulan. Kebijakan tersebut selaras dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1.13.1/3764/SJ yang membuka ruang insentif fiskal bagi kendaraan listrik. Namun yang menarik, saat aturan nasional memberi opsi, Jakarta justru memilih gas penuh mempertahankan insentif.

Kepala Bapenda DKI, Lusiana Herawati, menegaskan bahwa kebijakan ini adalah bentuk konsistensi daerah dalam mendukung kendaraan ramah lingkungan. Menurutnya, insentif bukan sekadar keringanan pajak, tapi strategi mempercepat peralihan masyarakat ke energi bersih.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan DKI, Syafrin Liputo, memastikan bahwa keistimewaan bebas ganjil-genap tetap berlaku. Ini menjadi dorongan nyata agar masyarakat beralih ke kendaraan rendah emisi tanpa terbebani regulasi lalu lintas yang ketat.

Namun di balik “angin segar” ini, ada cerita lain yang tak kalah panas.

Sebelumnya, aturan dalam Permendagri Nomor 11 Tahun 2026 sempat memicu perdebatan. Pasalnya, kendaraan listrik tidak lagi otomatis bebas pajak seperti pada regulasi sebelumnya. Artinya, nasib insentif kini sangat bergantung pada kebijakan masing-masing daerah.
Dan di titik inilah Jakarta mengambil posisi berbeda.

Alih-alih menarik rem, Pemprov justru menegaskan keberpihakan pada ekosistem kendaraan listrik. Pesannya jelas: transisi energi bukan sekadar wacana, tapi sedang dipercepat secara nyata.

Dengan kombinasi bebas pajak, bebas ganjil-genap, dan dukungan kebijakan berkelanjutan, Jakarta tampaknya sedang mengirim sinyal kuat masa depan transportasi kota ada di tangan kendaraan listrik.

(Lery)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *