CentralPostNews.com | Jakarta, Kekalahan 0-2 dari Persija Barat pada pekan kesembilan Liga Soeratin U-15 Piala Gubernur tidak sepenuhnya menjadi kabar buruk bagi ABC Wirayudha. Di balik hasil tersebut, tim muda ini justru menunjukkan perkembangan jika dibandingkan dengan pertemuan sebelumnya.
Bermain di Lapangan Sintetis 2 PSF, Pancoran, Jakarta Selatan, ABC Wirayudha harus mengakui keunggulan Persija Barat setelah dua gol bersarang di gawang mereka. Namun, tim asuhan Panca pelatih ABC Wirayudha itu mampu memberikan perlawanan hingga pertandingan berakhir.
Menariknya, sang pelatih melihat adanya progres yang cukup jelas. Pada pertandingan pertama, ABC Wirayudha harus menyerah dengan skor 0-4. Kali ini, mereka hanya kebobolan dua gol.
“Di laga pertama kita kalah 0-4, sekarang 0-2. Tim biru memang lebih baik dari tim kita” tandasnya.
Dua gol Persija Barat masing-masing dicetak Farhad Alfarizi pada menit ke-41 dan Bagus Adiyat melalui tendangan bebas. Farhad mencetak gol lewat sepakan dari tengah lapangan setelah melihat posisi kiper ABC yang terlalu jauh meninggalkan gawang. Sementara Bagus Adiyat menambah keunggulan lewat tendangan melengkung yang membentur bagian atas gawang sebelum masuk ke dalam gawang.
Menurut pelatih ABC, kedua gol tersebut sebenarnya tidak terlepas dari kesalahan yang dilakukan pemain belakangnya. Karena itu, evaluasi menjadi bagian penting yang harus dilakukan setelah pertandingan.
“Kalau dua gol itu karena kecerobohan pemain belakang. Habis bertanding harus evaluasi, dan itu dilakukan di tempat latihan, bukan di pertandingan”, ujarnya.
Persoalan lain yang masih dihadapi ABC Wirayudha adalah kehadiran pemain dalam sesi latihan. Meski latihan digelar tiga kali dalam sepekan, tidak seluruh pemain dapat hadir secara rutin. Kondisi tersebut, menurut sang pelatih, menjadi tantangan yang juga banyak dialami tim-tim sekolah sepak bola lainnya.
Namun, ia memilih tidak menjadikan kondisi tersebut sebagai alasan. Para pemain justru dirangkul dan dibina secara bertahap karena mereka bergabung bukan melalui proses seleksi ketat.
“Kita tutupi dengan solusi dengan bersabar. Mereka datang ke tim saya bukan seleksi dan tak terlibat di mana-mana, saya rangkul”, ujarnya.
Bagi ABC Wirayudha, keikutsertaan di Liga Soeratin U-15 sendiri sudah menjadi pengalaman penting. Tidak semua pemain SSB memiliki kesempatan tampil dalam kompetisi dengan atmosfer dan persaingan seperti Liga Soeratin.
Karena itu, setiap pertandingan dimanfaatkan sebagai ruang belajar. Para pemain tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga mulai mengenal persaingan liga, statistik pertandingan hingga persaingan individu seperti perebutan top skor.
Di sisi lain, Persija Barat berhasil memanfaatkan celah pertahanan ABC, khususnya di sektor kanan yang beberapa kali terlihat terbuka ketika pemain melakukan overlap dan terlambat kembali ke posisinya.
Kemenangan 2-0 tersebut sekaligus membawa Persija Barat mengamankan tiga poin. Sementara bagi ABC Wirayudha, selisih kekalahan yang mengecil dari 0-4 menjadi 0-2 menjadi catatan tersendiri untuk terus memperbaiki permainan di laga-laga berikutnya. (Shendy)












