CentralPostNews.com | Jakarta, Membaca tidak berhenti pada aktivitas membuka buku. Pesan itu menjadi salah satu gagasan yang dibawa CIA Fest 2026, ketika kegiatan literasi dipadukan dengan aksi nyata untuk membantu anak-anak terdampak bencana di Sumatra.
Mengangkat tema “SUMATRA: Dari Anak untuk Anak”, CIA Fest 2026 berlangsung di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada 2–4 Oktober 2026. Festival tersebut mengajak anak, guru, orang tua, dan masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan literasi sekaligus menggalang dukungan bagi anak-anak di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.
Dukungan diberikan melalui berbagai bentuk. Pada pembukaan festival, sebanyak 30.000 buku tulis diserahkan untuk kemudian didistribusikan melalui dinas pendidikan di wilayah terdampak.
Penyerahan simbolis dilakukan kepada perwakilan Badan Penghubung Pemerintah Provinsi Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Bantuan tersebut didukung SiDU.
CIA Fest 2026 juga mengumpulkan dana untuk menyediakan Majalah Cahaya Inspirasi Anak (CIA) dan Majalah Imajinatif Seru Orisinal (ISO) bagi anak-anak terdampak bencana.
Pendiri Majalah CIA, Stefanie Augustin mengatakan, akses terhadap bacaan merupakan bagian dari dukungan terhadap keberlanjutan belajar anak.
“Ketika anak-anak terdampak bencana kehilangan sebagian akses belajarnya, memastikan mereka tetap memiliki bacaan adalah salah satu bentuk nyata dari kepedulian kita terhadap keberlanjutan pendidikan mereka,” kata Stefanie.
Menurut Stefanie, aksi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa anak dapat ikut memberikan dampak bagi anak lainnya.
“Melalui CIA Fest, kami ingin menunjukkan bahwa anak pun dapat mengambil peran untuk membantu anak lainnya,” ujarnya
Karya Anak Menjadi bagian dari Donasi
Keterlibatan anak dalam aksi sosial diwujudkan melalui Poster Dari Anak untuk Anak. Sekitar 200 anak dari sekolah umum dan 100 anak dari SLB membuat karya yang ditujukan bagi anak-anak terdampak bencana di Sumatra.
Karya tersebut akan dilelang dan hasilnya digunakan untuk donasi. Program ini didukung Indomilk Kids.
Festival juga menghadirkan Bazar Buku Rakyat (BBR) melalui kerja sama dengan Taka Library. Ribuan buku anak dan keluarga disediakan dengan harga terjangkau.
Dengan berbagai kegiatan tersebut, CIA Fest 2026 menempatkan buku dan aktivitas kreatif sebagai medium untuk membangun kepedulian di kalangan anak.
Memperluas Akses Bacaan
Upaya memperluas akses bacaan menjadi bagian dari kegiatan Majalah CIA dan ISO selama lebih dari 16 tahun.
Majalah CIA ditujukan bagi siswa SD kelas 3–6, sementara ISO diperuntukkan bagi anak TK hingga kelas 2 SD. Keduanya menggabungkan bacaan dengan kegiatan edukatif yang melibatkan anak, guru, sekolah, dan orang tua.
Sejak 2024, CIA dan ISO menjadi mitra Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mendukung literasi pada jenjang PAUD dan SD.
Melalui gerakan Hak Baca Anak (HBA), orang tua dan guru didorong untuk memberikan akses bacaan kepada anak. Sementara Buku Untuk Semua (BUS) yang diinisiasi Yayasan Cahaya Astra Literatus menyasar anak-anak di wilayah dengan keterbatasan akses, termasuk daerah 3T.
Majalah CIA disebut telah menjangkau lebih dari 10 juta pembaca anak dan hadir di sekolah-sekolah.
Penguatan akses bacaan tersebut menjadi relevan dengan tantangan kemampuan membaca siswa Indonesia. Dalam PISA 2025, skor membaca Indonesia tercatat 365 poin, naik 7 poin dibandingkan 2022. Namun, OECD menyatakan kenaikan tersebut belum signifikan secara statistik.
Hanya 27 persen siswa Indonesia berusia 15 tahun yang mencapai Level 2 atau lebih dalam kemampuan membaca. Pada Level 2, siswa setidaknya mampu mengidentifikasi gagasan utama dan memahami tujuan teks.
Membaca sebagai Pengalaman yang Menyenangkan
Bunda Literasi dan Bunda PAUD DKI Jakarta, Endang Nugrahani mengatakan, pembentukan kebiasaan membaca membutuhkan dukungan dari lingkungan anak.
“Sebagai Bunda Literasi dan Bunda PAUD Provinsi DKI Jakarta, saya mengajak para orang tua dan guru untuk terus memberikan ruang bagi anak-anak agar membaca, bercerita, bertanya, berimajinasi, dan berkarya,” ujar Endang.
Ia berharap membaca tidak hanya dianggap sebagai bagian dari tugas sekolah.
“Jangan sampai membaca hanya dipandang sebagai kewajiban dan tugas sekolah semata. Mari kita jadikan membaca sebagai kegiatan yang menyenangkan dan dekat dengan keseharian anak-anak,” ungkapnya.
CIA Fest 2026 turut melibatkan sekitar 500 anak PAUD dari komunitas di kawasan Angke, Marunda, dan Cilincing. Sekitar 300 guru dari wilayah Jabodetabek mengikuti kegiatan Piknik Hanya Untuk Guru.
Kompetisi debat dalam festival menghadirkan Suharyanto Sumarto, Deputi Bidang Pengembangan Bahan Perpustakaan dan Jasa Informasi Perpustakaan Nasional RI; Totok Soefijanto, Ed.D., Rektor Institut Media Digital Emtek; serta Zuraida Hamdie, Ketua Yayasan Amanah Bangun Negeri sebagai juri.
Rangkaian kegiatan CIA Fest 2026 menjadi bagian dari pengembangan Generasi Adiwangsa yang diinisiasi Majalah CIA. Konsep tersebut mencakup empat unsur, yakni Perhatian, Pengetahuan, Pendirian, dan Peran.
Melalui CIA Fest 2026, literasi diperluas dari sekadar kemampuan membaca menjadi pengalaman untuk belajar, berkreasi, dan mengambil peran. Dalam tema “Dari Anak untuk Anak”, pesan tersebut diwujudkan melalui dukungan bagi anak-anak yang masih membutuhkan akses belajar dan bacaan setelah bencana. (SM)












