centralpostnews.com | Kabupaten Tangerang – Aksi pencurian terjadi di sebuah warung kopi yang berada di pinggir Jalan Raya Desa Daru tepatnya di sebuah ruko samping Pos pol Perumahan pondok Daru permai Desa Daru, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, pada Rabu (06/05/2026) sekitar pukul 08.30 WIB.
Pelaku diduga menggunakan modus berpura-pura sebagai pembeli untuk mengelabui korban dan berhasil menggondol satu unit handphone serta uang tunai.
Korban yang enggan disebutkan namanya menuturkan, kejadian bermula saat pelaku datang ke warung miliknya dan berpura-pura memesan makanan dalam jumlah banyak.
“Saat pelaku datang, saya tanya mau beli apa, nasi uduk, gorengan atau kopi,” ujar korban.
Pelaku kemudian memesan sekitar sembilan bungkus nasi uduk lengkap dengan air mineral, sehingga membuat korban sibuk melayani pesanan tersebut.
“Tolong bungkusin nasi uduk ya Bu, sembilan bungkus,” ucap pelaku kepada korban.
Saat korban tengah fokus membungkus pesanan, pelaku diduga mulai melancarkan aksinya dengan membuka lemari pendingin dan mengambil sejumlah botol air mineral. Di saat bersamaan, pelaku juga melihat posisi handphone milik korban yang berada di kotak penyimpanan di samping lemari pendingin.
Pelaku juga sempat mencoba mengelabui korban dengan meminta dibelikan rokok di warung lain. Namun, korban menolak meninggalkan warungnya.
“Kalau bapak mau beli rokok, ada di seberang jalan sana. Saya tidak mungkin meninggalkan warung,” tegas korban.
Setelah itu, pelaku berpura-pura pergi untuk membeli rokok sambil menuju sepeda motornya yang terparkir di pinggir jalan. Namun, bukannya berhenti di warung terdekat, pelaku justru langsung melarikan diri dengan memacu kendaraannya ke arah Daru.
Korban yang menyadari handphone dan uang tunai di dalam kotak telah hilang, langsung panik dan sempat berteriak. Namun, pelaku sudah berhasil kabur dan tidak dapat dikejar.
Korban sempat menyampaikan kepada awak media terkait ciri-ciri pelaku. Berdasarkan keterangannya, pelaku menggunakan kaos berwarna abu-abu, mengenakan topi putih, serta memiliki postur tubuh agak gemuk. Pelaku juga diketahui menggunakan sepeda motor jenis Honda Beat saat menjalankan aksinya.
Informasi ini diharapkan dapat membantu pihak berwenang maupun masyarakat dalam mengenali dan mengantisipasi keberadaan pelaku.
Dalam upaya penelusuran, awak media mencoba mencari rekaman dari CCTV terdekat di sekitar lokasi kejadian. Namun, hasilnya nihil dan tidak ditemukan rekaman yang dapat membantu mengidentifikasi pelaku.
Di sekitar lokasi pun diketahui sangat minim penggunaan CCTV. Bahkan, beberapa perangkat CCTV yang masih terpasang ditemukan sudah tidak lagi berfungsi.
Kondisi ini menunjukkan lemahnya sistem pengawasan di wilayah tersebut, sehingga membuka peluang bagi pelaku kejahatan untuk beraksi tanpa terdeteksi.
Awak media juga telah berkoordinasi dengan pihak Binamas setempat, namun hingga saat ini kasus tersebut masih belum menemukan titik terang dan pelaku belum berhasil diidentifikasi.
Sementara itu, dari hasil penelusuran di lapangan, diketahui bahwa kejadian serupa ternyata pernah dialami oleh pemilik warung lain yang berada tidak jauh dari lokasi.
Hal ini menguatkan dugaan bahwa pelaku telah lebih dahulu mengamati situasi lingkungan sebelum melancarkan aksinya, termasuk memanfaatkan lemahnya pengawasan di wilayah tersebut.
Minimnya fasilitas keamanan seperti CCTV aktif di kawasan permukiman padat dan jalur aktivitas ekonomi warga menjadi sorotan serius. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar terhadap peran pengawasan dari pihak terkait, khususnya di tingkat desa hingga kecamatan.
Sejumlah pihak menilai, seharusnya ada langkah preventif yang dilakukan, baik melalui program keamanan lingkungan, pengadaan CCTV di titik rawan, maupun pengawasan terhadap fasilitas yang sudah ada agar tetap berfungsi dengan baik.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin wilayah tersebut akan menjadi titik rawan kejahatan yang berulang tanpa penanganan serius.
Masyarakat sekitar berharap adanya tindakan konkret dari pemerintah daerah maupun pihak kecamatan untuk meningkatkan keamanan lingkungan.
Selain itu, warga juga diimbau untuk lebih waspada dan tidak lengah, karena tidak menutup kemungkinan pelaku akan kembali beraksi dengan modus serupa dan menimbulkan korban berikutnya.
Di akhir keterangannya, korban mengungkapkan kesedihan sekaligus harapannya agar pelaku segera ditangkap.
“Padahal saya baru dua hari mengisi tempat ini. Memang saat kejadian saya cuma sendiri di warung dan situasi juga agak sepi lalu lalang pengendara.
Harapan saya semoga pelaku secepatnya dapat ditangkap supaya tidak ada lagi yang mengalami seperti saya,” ungkap korban.
(AJ)












