CentralPostNews.com | Jakarta, Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru Universitas Kristen Indonesia (UKI) dimulai dari tanggal 7 hingga 14 Septemer 2026 diisi berbagai kegiatan. Diantaranya Digital World, Real Life Impact. Talkshow yang berlangsung di Auditorium Graha William Soeryadjaya UKI, Jakarta, Rabu (9/9/2026), menghadirkan produser, sutradara, dan para pemeran film Suanggi: Ilmu Kutukan.
Dalam sambutannya Hendri Jayadi, SH., MH. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Pemasaran, menanamkan dirinya bahwa meletakan fondasi kuat dalam jiwanya sebagai kepemimpinan. Itu semua dirinya tuangkan dengan prestasi.
“Saya meletakan fondasi kuat dalam jiwa kepemimpinan saya, saya tunjukan dengan prestasi. Kunci adalah memimpin diri kalian sendiri,” ujar Hendri Jayadi.
Menurut Dia, Self awareness mengenali nilai kekuatan kelemahan emosi dan pola kebiasan diri. Harus tau dalam diri ini dan kembangkan dalam diri sendiri. IQ tidak dibutuhkan. Yang dibutuhkan EQ dan spiritual, ungkapnya.
Menurut Hendri Jayadi, UKI itu, punya LPKK. Masalah kepribadian pahami itu dan kunjungi LPKK.
“LPKK UKI dididik kognitif dan karakter kuat,” katanya.
Bicara Self direction lanjut Hendri Jayadi, ketika sudah tau kekuatan, maka tentukan tujuan. Ciptakan tujuan dalam diri. Menciptakan tujuan. Di gambarkan Hendri Jayadi, seperti Tokoh Yap Thiam. Hien pejuang Hak Asasi Manusia. Tujuan mengidolakan.
Sementara Self control, lanjut Hendri Jayadi, hidup yang mengkontrol diri sendiri. Kendalikan hal yang bisa dikendalikan. Jangan menyerah arah hidup pada keadaan, tandasnya.
Fondasi self leadership
Untuk itu sebagai Praktisi Hukum dan Akademisi Hendri Jayadi meminta, Praktik mahasiswa buat target mingguan, lakukan refleksi singkat dan evaluasi kebiasaan yang menghambat, paparnya.
Harus punya Time and Priority Management
Dijelaskan Hendri Kembali, adaptabilitas dan Mental Resilience, maksudnya ikut organisasi kemahasiswaan. Resiliensi adalah bangkit kembali dan menyesuaikan strategi. Komunikasi asertif dan efektif Navigasi Dinamika dan Konflik Tim. Sementara Kedewasaan dinilai dari menyelesaikan konflik dengan diri sendiri dan orang lain
Berpikir kritis di era disrupsi. Menurut Hendri, AI adalah tantangan. Ketika menjadi pemimpin harus bisa mengambil Keputusan. Agilitas dalam perubahan. Sementara Integritas bertanggung jawab.
Menurut Dia, Servant leadership tidak boleh sombong, melayani dan memberdayakan. Kepemimpinan dimulai dari kemampuan memimpin diri lalu berkembang menjadi kemampuan memimpin bersama.
“Semua punya kepercayaan dengan self confident. Rasa takut berlebihan dan tidak percaya diri menjadi masalah,” ungkapnya. (SM)












