CentralPostNews.com | Jakarta, Tim verifikator Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta melaksanakan verifikasi lapangan Program Kampung Iklim (Proklim) di lingkungan RW 05, Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (2/9/2026).
Kedatangan tim verifikator yang diketuai Susi Andriani tersebut disambut Wakil Camat Kalideres Danur Sasono, Lurah Pegadungan Anugerah Sholiha Susilo, TP PKK Kelurahan Pegadungan, para pengurus RT dan RW 05, serta Karang Taruna.
Wakil Camat Kalideres Danur Sasono mengatakan, verifikasi lapangan dilakukan untuk melihat sekaligus menilai secara langsung implementasi berbagai program lingkungan yang telah dijalankan masyarakat RW 05 Pegadungan.
“Tim verifikator hadir untuk melihat dan menilai langsung implementasi Program Kampung Iklim di RW 05 Kelurahan Pegadungan,” ujar Danur.
Ia menjelaskan, hasil verifikasi tersebut menjadi salah satu bahan penilaian untuk menentukan apakah RW 05 Pegadungan dapat memperoleh predikat Proklim kategori Madya pada 2026.
Menurut Danur, masyarakat RW 05 selama ini telah aktif melakukan berbagai upaya dalam menangani persoalan sampah sekaligus mengembangkan program lingkungan yang berkelanjutan.
Sejumlah kegiatan yang telah berjalan antara lain pemilahan sampah dari sumbernya, pengelolaan bank sampah, rumah maggot, serta rumah sehat.
Tak hanya itu, RW 05 juga tengah menyiapkan sistem pengolahan sampah organik menggunakan teknologi biodigester. Sampah organik nantinya diproses menjadi gas yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk kompor memasak di rumah warga.
Danur menegaskan, penilaian Proklim bukan semata-mata sebuah perlombaan, melainkan bentuk apresiasi terhadap masyarakat yang secara konsisten melakukan berbagai upaya untuk mengatasi persoalan lingkungan hidup di wilayahnya.
“Penilaian ini bukan sebagai bentuk ajang lomba. Lebih kepada apresiasi terhadap upaya warga yang telah menerapkan berbagai program dalam mengatasi persoalan lingkungan hidup di wilayahnya,” katanya.
Sementara itu, Ketua RW 05 Kelurahan Pegadungan, Mulyadi, mengatakan pihaknya memiliki sejumlah program untuk mengatasi persoalan sampah di lingkungan RW 05.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni bekerja sama dengan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat dalam memberikan sosialisasi mengenai pengolahan dan pemilahan sampah dari sumbernya.
Menurut Mulyadi, sosialisasi tersebut mendorong warga mulai melakukan pengolahan dan pemilahan sampah melalui berbagai kegiatan, di antaranya bank sampah dan rumah maggot.
Khusus pengelolaan melalui rumah maggot, RW 05 saat ini mampu mengurangi sekitar 70 kilogram sampah per hari. Sementara itu, biodigester yang tengah dipersiapkan dirancang memiliki kapasitas pengolahan hingga sekitar 500 kilogram sampah per hari.
“Rumah maggot saat ini sudah mampu mengurangi sekitar 70 kilogram sampah per hari. Untuk biodigester yang sedang kami siapkan, targetnya bisa mengolah hingga 500 kilogram sampah per hari,” tutur Mulyadi.
Di sisi lain, Ketua Tim Verifikator Proklim DLH DKI Jakarta, Susi Andriani, mengatakan pihaknya melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan berbagai kegiatan lingkungan yang telah dilaksanakan masyarakat RW 05 Pegadungan.
Susi menilai RW 05 memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai wilayah Proklim. Hal tersebut terlihat dari keterlibatan aktif masyarakat serta berbagai kegiatan lingkungan yang telah berjalan secara berkelanjutan.
Selain melihat langsung pengelolaan sampah dan kegiatan lingkungan, tim verifikator juga meninjau pemanfaatan lahan kosong milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di wilayah RW 05 yang digunakan untuk berbagai kegiatan berbasis lingkungan.
Verifikasi tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai konsistensi dan keberlanjutan upaya masyarakat RW 05 Pegadungan dalam menjaga lingkungan sekaligus menghadapi berbagai dampak perubahan iklim di tingkat wilayah. (Tom)












