CentralPostNews.com | Jakarta, Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah meminta agar kegiatan outing class dimasukkan sebagai bagian dari kurikulum pembelajaran dalam Program Sekolah Kembali. Kegiatan tersebut dinilai dapat memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada peserta didik di luar ruang kelas.
Arahan itu disampaikan Iin saat meninjau pelaksanaan Program Sekolah Kembali di wilayah Jakarta Barat, Selasa (11/8/2026).
Menurut Iin, peserta didik dapat diajak mengunjungi Kantor Wali Kota Jakarta Barat untuk mengenal secara langsung sistem kerja pemerintahan. Selain itu, kegiatan outing class juga dapat dilaksanakan di kantor kecamatan, kelurahan, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), maupun Walkot Farm.
“Anak-anak bisa diajak ke kantor wali kota, kecamatan, kelurahan, RPTRA, maupun Walkot Farm. Di sana mereka bisa mendapatkan pembelajaran secara langsung, termasuk edukasi urban farming,” ujar Iin.
Ia menambahkan, kegiatan outing class juga dapat dikaitkan dengan berbagai aktivitas kewilayahan. Di antaranya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), kerja bakti, hingga pertemuan dan berdiskusi dengan tokoh masyarakat.
Iin berharap konsep pembelajaran tersebut dapat membuat peserta Program Sekolah Kembali memperoleh pengalaman yang lebih beragam sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan bermasyarakat.
Selain mendorong pengembangan metode pembelajaran, Iin meminta para camat dan lurah turut aktif dalam mendeteksi anak yang putus sekolah di wilayah masing-masing.
Menurutnya, upaya mengembalikan anak ke dunia pendidikan membutuhkan kolaborasi seluruh unsur masyarakat. Karena itu, camat dan lurah diminta mengajak kader PKK, Karang Taruna, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk bersama-sama memantau keberadaan anak putus sekolah.
Mereka diharapkan dapat memberikan pendekatan, mengarahkan, sekaligus memfasilitasi anak-anak tersebut agar mengikuti Program Sekolah Kembali.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat Agus Ramdhani mengatakan, pada awal pelaksanaan terdapat 56 peserta Program Sekolah Kembali yang mengikuti pendidikan Paket A, B, dan C di Kecamatan Tambora.
“Awalnya ada 56 peserta, kemudian bertambah 11 peserta. Sekarang jumlahnya menjadi 67 siswa,” kata Agus.
Ia menjelaskan, Program Sekolah Kembali melibatkan pejabat struktural Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat sebagai tenaga pengajar.
Proses pembelajaran dilaksanakan secara tatap muka sebanyak dua kali dalam sepekan. Selain pembelajaran tatap muka, para peserta didik juga diberikan penugasan untuk mendukung proses belajar.
Agus berharap program tersebut dapat terus berkembang sehingga semakin banyak anak yang sebelumnya putus sekolah mendapatkan kesempatan untuk kembali memperoleh pendidikan dan menyelesaikan jenjang pendidikan sesuai kebutuhannya.(Tom)












