PAM Jaya Guyur Kompensasi Rp 555 Juta untuk Puluhan Ribu Pelanggan Terdampak Krisis Air Bersih

CentralPostNews.com | Jakarta, PT PAM Jaya mengambil langkah cepat merespons gangguan layanan air bersih yang mendera sejumlah wilayah di Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Sebagai bentuk tanggung jawab korporasi, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta ini resmi menggelontorkan kompensasi total senilai Rp 555 juta bagi puluhan ribu pelanggan yang dirugikan.

Commercial and Marketing Vice President PAM Jaya, Irene Putri, menjelaskan bahwa gangguan teknis tersebut dirasakan oleh sedikitnya 44.872 pelanggan yang tersebar di 10 kelurahan. Kompensasi ini diberikan secara khusus kepada kelompok pelanggan rumah tangga kategori sangat sederhana dan sederhana, yakni kelompok 2A1 dan 2A2, merujuk pada Surat Keputusan Direksi Nomor 264.

10 Kelurahan Terdampak Krisis Air Bersih:

* Kampung Muara & Kamal Muara

* Cengkareng Barat & Cengkareng Timur

* Rawa Buaya & Kalideres

* Pegadungan & Tegal Alur

* Duri Kosambi & Kamal

Skema Potongan Tagihan Otomatis

Terkait mekanisme penyaluran, Irene memastikan pelanggan tidak perlu mengajukan klaim secara manual. Kompensasi akan langsung dikreditkan dalam bentuk potongan tarif pada siklus tagihan bulan berikutnya.

“Kalau misalnya sekarang bulan September, berarti kompensasinya akan diberikan di tagihan bulan Oktober. Bentuknya adalah potongan dari tagihan di bulan Oktober sebesar 10 persen dari nilai tagihan,” ujar Irene di Kantor PAM Jaya, Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Kendati demikian, PAM Jaya menetapkan batasan nominal dalam kebijakan potongan ini. Besaran kompensasi dipatok minimal Rp 10.000 dan maksimal Rp 50.000 per pelanggan, menyesuaikan dengan struktur tagihan riil masing-masing rumah tangga.

Rekayasa Aliran dan Pasokan Darurat Mobil Tangki

Di sisi lain, Direktur Teknik PAM Jaya, Santika, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menggenjot proses rekayasa pengaliran air untuk memulihkan kembali suplai normal ke jaringan perpipaan warga. Namun, ia mengingatkan bahwa proses penormalan membutuhkan waktu karena karakteristik aliran fluida di dalam pipa.

“Insyaallah bisa dirasakan nanti oleh pelanggan, maksimal di 2 x 24 jam. Mudah-mudahan lebih cepat. Karena memang air itu unik. Ketika kita melakukan rekayasa, tidak langsung diterima oleh pelanggan. Butuh berjalan dan mengalir di dalam pipa,” kata Santika.

Sebagai langkah mitigasi darurat selama masa pemulihan berlangsung, PAM Jaya menyiagakan armada sebanyak 72 mobil tangki guna memenuhi kebutuhan air bersih harian warga terdampak.

Bagi masyarakat yang membutuhkan pasokan air darurat melalui mobil tangki, PAM Jaya membuka saluran pengaduan dan layanan siaga 24 jam yang dapat diakses secara gratis melalui nomor 1500223.

“24 jam kami standby dan gratis, tidak dipungut biaya sama sekali sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen dari PAM Jaya,” imbuhnya. (Lery)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *