CentralPostNews.com | Jakarta, Industri film horor Indonesia kembali memanas. Film terbaru produksi MAGMA Entertainment, Badut Gendong, langsung mencuri perhatian publik setelah penayangan khusus dan konferensi pers di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Jumat (22/5/2026). Film karya sutradara Charles Gozali itu disebut menghadirkan warna baru dalam genre horor nasional karena memadukan unsur teror, aksi, dan tragedi emosional dalam satu cerita kelam.
Sejak pemutaran dimulai, suasana studio dipenuhi teriakan penonton ketika adegan jumpscare dan aksi brutal muncul di layar. Namun di balik atmosfer mencekam tersebut, banyak penonton justru mengaku terbawa emosi oleh kisah tragis karakter Darso dan Darsi yang menjadi pusat cerita film ini.
Film Badut Gendong berpusat pada Darso, seorang pengamen jalanan berkostum badut yang hidupnya hancur setelah sang istri, Darsi, dan bayi dalam kandungannya tewas akibat kekerasan brutal para preman. Dalam kondisi terpukul, Darso membawa jasad istrinya kembali ke kampung halaman dengan cara tidak biasa, yakni menyembunyikannya di dalam kostum badut yang biasa dipakainya untuk mengamen.
Kepulangan Darso justru membuka rangkaian teror baru. Desa yang didatanginya tengah dilanda konflik sosial, praktik ilmu hitam, hingga ritual kutukan yang memunculkan entitas penuh dendam. Dari titik itu, film berkembang menjadi horor penuh darah yang dibalut drama kehilangan dan kemarahan manusia.
Charles Gozali menyebut Badut Gendong bukan sekadar spin-off, melainkan bagian dari konsep “cross-universe” dalam semesta Qodrat. Kehadiran karakter Badut Gendong disebut akan memperluas dunia horor yang sebelumnya dibangun melalui film Qodrat.
Deretan pemain yang terlibat dalam film ini antara lain Marthino Lio sebagai Darso, Dayinta Melira sebagai Darsi, Clara Bernadeth, Derby Romero, Khiva Iskak, Vonny Anggraini, hingga Barry Prima dan Jose Rizal Manua. Penampilan para pemain dinilai menjadi salah satu kekuatan utama film karena berhasil menghadirkan suasana emosional yang kuat di tengah teror yang brutal.
Sebelum dirilis nasional, MAGMA Entertainment lebih dahulu menggelar penayangan spesial di enam kota besar, yakni Jakarta, Makassar, Yogyakarta, Samarinda, Medan, dan Semarang. Respons penonton disebut sangat positif dan memunculkan antusiasme besar di media sosial.
Film ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 27 Mei 2026 dan diprediksi menjadi salah satu film horor lokal paling ramai dibicarakan tahun ini. (Tom)












