CentralPostNews.com | Jakarta, Dunia kuliner kembali memanas setelah harga cabai rawit melonjak tajam di sejumlah daerah. Kenaikan harga ini dikeluhkan pedagang makanan, warteg, hingga pelaku usaha kaki lima. Cuaca ekstrem dan terganggunya distribusi pasokan disebut menjadi pemicu utama lonjakan harga dalam beberapa pekan terakhir. Dampaknya mulai terasa karena banyak penjual terpaksa mengurangi tingkat kepedasan demi menekan biaya produksi.
Di tengah naiknya harga bahan pokok, tren minuman kekinian justru semakin berkembang di kalangan anak muda. Es kopi literan dengan varian gula aren, matcha latte, hingga kopi kelapa menjadi menu favorit sepanjang pekan ini. Sejumlah kedai kopi bahkan menghadirkan konsep refill murah untuk menarik pelanggan yang ingin nongkrong hemat namun tetap estetik untuk media sosial.
Fenomena dessert Korea juga kembali menyerbu pasar kuliner Indonesia. Mulai dari croffle, bingsu, hingga pudding milk cake viral di TikTok dan membuat banyak gerai makanan dipadati antrean pelanggan. Para pelaku usaha memanfaatkan tren tersebut dengan menghadirkan menu fusion yang menggabungkan cita rasa Korea dan sentuhan khas Indonesia.
Di kota-kota besar, konsep “all you can eat murah” ikut memicu persaingan ketat bisnis makanan. Banyak restoran menawarkan paket hemat di bawah Rp100 ribu lengkap dengan live cooking dan menu premium guna menarik keluarga maupun mahasiswa. Strategi perang harga ini membuat persaingan industri kuliner semakin agresif sepanjang 2026.
Sementara itu, jajanan tradisional mulai bangkit dan kembali populer di kalangan Gen Z. Kue cubit, serabi, hingga es doger kini tampil lebih modern dengan topping kekinian agar mampu bersaing dengan makanan impor. Banyak kreator konten kuliner menyebut tren “jajanan nostalgia” menjadi salah satu gelombang terbesar dalam industri makanan tahun ini.
Pengamat bisnis makanan menilai persaingan kuliner saat ini tidak lagi hanya soal rasa, tetapi juga pengalaman visual dan kekuatan viral di media sosial. Restoran yang mampu menghadirkan sensasi unik, harga terjangkau, dan tampilan menarik diprediksi akan mendominasi pasar kuliner Indonesia dalam beberapa bulan mendatang. (Lery)












